Resign Kuliah, 

Tidak ada yang salah dengan resign kuliah, kan? Tapi dengan resign kuliah kenapa dengan dosen dengan teman2 menjadi ada jarak? resign atau enggak, enggak jadi masalah dalam pertemanan, menurutku. Mendapatkan gelar memang membanggakan, tidak mendapatkannya pun sama membanggakan. Orang-orang cenderung men-judge ketidakbecusan seseorang ketika resign kuliah karena sesuatu hal yang ia tidak dapat bertanggung jawab. Padahal tidak begitu juga. Banyak hal-hal yang mungkin sulit dijelaskan ketika dia tak dapat melanjutkan skripsinya dan lain sebagainya. Yang mungkin ketika dia utarakan orang-orang akan menganggapnya hanya pembelaan belaka. Alasan dan pembelaan ya memang erat hubunganya. 

Tidak sampai situ, teman-teman juga akan membicarakan di belakang, bla-bla-bla dengan segala asumsi mereka sendiri yang cenderung menghakimi. Kenapa gak diterima saja? Kenapa tidak menghargai keputusan orang masing-masing saja? Bisa saja menulis seperti ini juga dianggap mereka naif. Saya tidak perduli. At the end of the day, kita akan selalu dengan diri kita sendiri lagi. Ada banyak orang yang bergelar, ber-ijazah juga nganggur. Ada juga orang dengan berijazah tinggi lulusan universitas ternama juga membunuh, menipu, korupsi. Semakin kesini pertemanan hanya diukur dari gelar, status sosial, hits atau enggak, kaya apa enggak. Jangankan pertemanan, persaudaraan pun sama-sama juga begitu. Sudah lah, Sudah. Gak perlu juga pembelaan, dan kepedulian. At the end, ketika kamu sukses juga bakal banyak lagi yang mau temenan sama kamu, meskipun kamu tanpa gelar. Berarti apa? Uang kan ujung2nya :)

Komentar